THE RELATIONSHIP OF STRESS LEVELS WITH PSYCHOSOMATIC DISORDERS IN PATIENT GENERAL POLY UPT DINKES PUSKESMAS T AMBAKREJO JOMBANG
DOI:
https://doi.org/10.51898/wb.v1i1.124Keywords:
Tingkat stres, Gangguan psikosomatikAbstract
Gangguan psikosomatik senng anemuken pada praktek klinik dimana pasien datang dengan berbagai keluhan somatik. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah stres. Peneuuen mi tenuusen untuk mengetahui hubungan tingkat sires dengan terjadinya gangguan psikosomatik pada pasren di Poli Umum UPT Dmkes Puskesmas Tambakrejo Jombang Tahun 2016. Desain penelittan tm menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional Populasi sampel yang d1gunakan dari 31 pessen yang berobat ke Poli Umum UPT Dinkes Puskesmas Tembekrejo Jombang pada tanggal 23 Me, 2016 sampat 4 Juni 2016 dengan teknik consecutive sampling Vanabel independen dalam peneliltan mi adalah tingkat stres pasien, sedangkan variabel dependen adalah gangguan psikosomatik pada pasien. Pengumpulan data dengan kuesioner. Berdasarkan hasil oeneuuen dan 31 responden yang berobat di Poli Umum mengalami tingkat stres sedang yaitu 75% dan mengalami gangguan psikosomatik moderat venu 58%. Pengujian data menggunakan uji Rank Spearman dengan angka α<0,05. Pada uji statistik didapatkan P value: 0,025 yang menunjukkan ada hubungan tingkat stres dengan terjadinya gangguan psikosomatik. Arah dan keeratan hubungan ditunjukkan dengan kcetissen «oretest positif atau searah. Artinya orang yang menghadapi stres nngan maka tidak cenderung mengalami gangguan psikosomatis atau mengalami gangguan psikosomatik ringan, berbeda dengan orang yang menghadapi stres sedang sampait berat cenderung mengalami gangguan psikosomatik moderat hingga psikosomatik parah.
Kata Kunci: Tingkat stres, Gangguan psikosomatik
References
Grand Brench. (2000).Definisi Sires. Dalam: Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: EGG.
Gunawan. (2007). http://www.psichologymania.com, diakses pada hari Minggu, 24 April 2016, pukul 09.45.
Hawari, Dadang. (2001 ). Dalam: Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.
Halgin, Richard. (2010). Psikologi Abnormal. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
Hidayat, A. Aziz Alimul. (2007). Rise/ Keperawatan dan Teknik Penulisan lfmiah. Jakarta: Sa!emba Medika.
Jeffrey S. Nevid. Spencer A. Rathus. Beverly Greene. "Psikologi Abnormal'. (Jakarta: Erlangga. 2002) Hal: 135.
Kaplan., Saddock., Grebb. (1997). Dalam: Buku Saku Psikiatri. Edisl keenam. Jakarta: EGG, 139.
Maramis, W.F. (2004). Catalan I/mu Kedokteran Jiwa. Surabaya: Airlangga University Press.
Nursalam. (2013). Metodologi Fenelitian I/mu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Rasmun. (2004 ). Stress Koping dan Adaptasi, Teori dan Pohon Masalah Keperawatan. Jakarta: Sagung Seto, 29.
Rice, Phillip L, 1999. Stress and Health. London: Brooks Cole Publishing Company.
Silalahi, Ulber. 2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung; PT. Refika Aditama.
Sugiono. 2010. Statistika Untuk Penefitian. Bandung: Alfabeta
Sunaryo. (2004 ). Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: EGG.
Tomb, David A. (2004). Buku Saku Psikiatri: Faktor Predisposisi Gangguan Psikosomatik. Jakarta: EG
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
